Menebar Virus Tekhnologi berbasis Dakwah

Menebar Virus Tekhnologi berbasis Dakwah

March 6, 2013
/ /
in News
/

Teknologi menjadi sangat penting bagi kebutuhan masyarakat terutama dibidang informasi dan komunikasi. Internet menjadi salah satu media yang dapat menyampaikan berbagai informasi mulai dari informasi yang Positif sampai informasi yang Negatif. Seperti yang kita tahu bahwa media ini sangat sulit untuk dikendalikan, informasi masuk tanpa ada filter baik  itu berupa informasi yang negatif atau positif. Sebagai contoh banyak sekali situs porno, situs yang menjelek-jelekan agama, tetapi sedikit situs yang berisikan informasi tentang agama dan pendidikan.  Situs-situs porno ini sangat sulit untuk dihilangkan dalam waktu cepat karena situs-situs baru yang bermunculan. Ketika Anda mengetikan kata “porno” pada google pencarian sekitar 632.000.000 hasil  dalam 0,13  detik, Sekitar 42.000.000 hasil dalam 0,18 detik untuk kata “Belajar” dan Sekitar 122.000.000 hasil 0,14 detik untuk kata “Pendidikan” jauh lebih banyak kata porno, ini sangat disayangkan.

Oleh karena itu para Da`i harus memiliki kemampuan ilmu teknologi dengan harapan dapat meminimalisir hal-hal negatif tersebut. Pada bulan juli 2011 RGI membuka pendidikan Bernama “Da’i Melek Teknologi “ bertujuan untuk memberikan pelajaran tentang Ilmu Komputer, Internet  dan media online seperti blog, Facebook, dan twitter kepada Da’i muda yang dibimbing oleh Instruktur kelas Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) Rumah Gemilang Indonesia. Selain itu peserta juga diajarkan cara menulis dengan materi “Menulis Kreatif” dengan tujuan peserta handal dalam membuat tulisan dan mempublikasikannya ke Internet.

Pada bulan Januari 2012 Masjid Raya Al-azhar Jakarta Timur membuka “Pendidikan Kader Mubaligh Masjid Raya Al-Azhar Jakarta Timur” (PKMA) angkatan pertama. Berlokasi di Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Jumlah peserta sebanyak 58 orang dengan waktu pendidikan selama 1 tahun untuk 2 Semester.

Berbeda dengan Da’i Melek Teknologi, PKMA angkatan pertama ini diikuti banyak peserta yang memang sudah senior dan telah memiliki gelar, boleh dibilang beliau adalah Mubaligh. Tapi semangat dan kemauan untuk terus belajar sangat tinggi tidak kalah dengan semangat para Da’i muda, apalagi saat berlangsung materi Teknologi Dawah baik teori maupun Praktek. Materi Teknologi dan Dakwah ini diisi oleh team dari Rumah Gemilang Indonesia, yaitu Oleh Solihin (Instruktur kelas Menulis Kreatif), Samsul Boin, dan Muhidin Saimin (Instruktur kelas Teknik Komputer Jaringan), serta dua alumni RGI sebagai pendamping.

Waktu pendidikan PKMA dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis, mulai dari pukul 16.30 sampai 20.30 WIB. Sedangkan Instruktur Rumah Gemilang Indonesia menyampaikan materi Teknologi Dakwah pada hari kamis pukul 18.00 (Ba’da magrib) s/d 20.30 WIB. Para kader mubaligh diajarkan tentang bagaimana memanfaatkan teknologi, seperti membuat surat elektronik (email), Microsoft Office, Media Online, blog, facebook, dan twitter. Dengan harapan peserta dapat berdakwah menggunakan teknologi.

Jakarta (01/03/2013). PKMA Angkatan pertama diwisuda, bertempat di Aula Masjid Al-Azhar Jakarta Timur. Dihadiri oleh walikota Jakarta Timur Drs. H.R. Krisdianto, M.Si, Ketua Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar H. Muhammad Suhadi, S.Kom, Ketua Takmir Masjid Al-azhar, Instruktur Rumah Gemilang Indonesia dan undangan lainnya.

Wisuda yang dilaksanakan saat ini merupakan angkatan pertama untuk periode tahun 2013, materi yang diberikan peserta meliputi materi Aqidah, Hadists, Fiqih, Ahlaq, Shiroh Nabawiyah, Kristologi, Ghozwul Fikri, Sejarah Peradaban Islam, Tahsin Al-Qur’an, Teknologi dan Dakwah, sosiologi dakwah, Retorika dan Fiqud Dakwah, Perbandingan Agama, Sejarah Pergerakan Islam di Indonesia dan Tafsir Ikhtilaf. Semoga mereka semua menjadi virus-virus dakwah untuk mencapai  Izzul Islam wal Muslimin! Aminn..”

Dengan harapan yang sama, Kami dari Team Rumah Gemilang Indonesia berharap Para mubaligh dapat berdakwah melalui media online sehingga menjadi solusi bagi maraknya situs-situs yang berisi content negative, semangat RGI diharapkan menjadi virus bagi semua kalangan baik generasi muda maupun tua, menebar manfaat dan menjadi filter perkembangan dunia tekhnologi masa depan.

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*